Buku Digital: App Kindle dan Google Play Book

Dari kecil saya sangat suka buku. Buku novel “Lima Sekawan” pertama kali saya tamatkan waktu kelas 1 SD. Pengalaman yang berkesan adalah waktu kelas 2 atau 3 SD, bersama bapak diantar ke Gramedia Jl ¬†Merdeka untuk beli buku (yap, toko buku Gramedia di Merdeka sudah ada dari tahun 80an). Lalu berburu buku bekas di Palasari supaya dapat buku banyak dengan harga murah ūüôā¬† Saat saya sudah punya anakpun, setiap ke mall selalu disempatkan mampir ke toko buku.

Pertama kali saya mulai baca buku digital adalah saat sudah dapat membeli buku di Google Playbook Android.¬† Fitur yang paling saya suka adalah dapat melihat arti dari sebuah kata dengan gampang. Lalu dapat mengatur ukuran font, membaca buku tebal dengan satu tangan di kasur, dan melihat preview buku sebelum beli.¬† Lalu tidak perlu repot-repot ke toko buku, tidak perlu repot antri di kasir, dan *semua*¬† buku bisa muat di HP dan saya bawa kemanapun saya pergi ūüôā¬† Tidak ada lagi lemari buku yang penuh sesak.¬† Kelemahannya, banyak buku bahasa Indonesia yang tidak ada, dan kalaupun ada harus di-zoom manual. ¬†Dan memang kehilangan sensasi saat membuka halaman buku, terutama bau buku baru ūüôā

Kelebihan lain buku digital adalah sinkronisasi antar device. Saya punya beberapa HP lama sehingga di rumah total ada 4 device Android.  Sekarang setiap mau baca, saya tinggal ambil HP/tablet  terdekat lalu langsung baca. Tidak perlu mengingat sampai halaman berapa, karena langsung disinkronisasi. Karena saya memang suka baca secara berpindah, dulu seringkali harus mencari buku yang terakhir dibaca ada dimana.

Setelah beberapa lama hanya menggunakan Google Play Book,  App Amazon Kindle yang ada di  Android mulai membuka layanan untuk warga Indonesia. Buku di Kindle lebih lengkap dibandingkan Google Play Book dan user interfacenya juga lebih nyaman menurut saya (gambar bawah, klik untuk memperbesar).

kindle3   kindle   kindle2

 

Ini perbandingannya dengan Google Play Book (klik untuk memperbesar)

playbook1   playbook2a   playbook2

 

Kelemahan Kindle adalah pembayaran harus dengan kartu kredit dan dalam dolar (kalau Play Book dalam rupiah), sehingga seringkali kaget saat lihat tagihan kartu kredit akibat¬†kurs yang digunakan¬†lebih tinggi daripada kurs normal. Kelemahan yang lain, promo di Kindle hanya untuk wilayah Amerika saja, sedangkan promo Play Book berlaku internasional. ¬†Catatan: Kalau mau mendapat buku discount, bisa lihat bookbub.com disana ada promo harian untuk buku seharga 1-2 dolar, kadang dapat buku menarik juga ūüôā

Baik Kindle maupun Play Book juga memberikan rekomendasi berdasarkan buku yang dibeli dan rating yang kita berikan pada buku.  Untuk ini, menurut saya Kindle lebih bagus memberikan rekomendasi, mungkin karena pilihan bukunya lebih banyak atau memang urusan buku adalah bisnis inti Amazon.

Untuk app buku Indonesia, alternatif terdekat adalah QBaca. Walaupun saat awal UI-nya sempat bermasalah, tapi setelah beberapa kali update sekarang sudah lebih baik. Ada buku-buku Balai Pustaka juga. Cuma judul buku masih sangat terbatas. Pembelian dilakukan dengan cara seperti beli pulsa, jadi masih belum sepraktis Play Book dan Kindle.

Beberapa bulan lalu saya mampir ke Gramedia dan untuk pertamakalinya tidak membeli buku. Agak tercenung, jangan-jangan cicit saya nanti akan jika melihat buku berbentuk kertas akan seperti kaset lagu sekarang.

Posted in app

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.