Pengalaman Memasang IndiHome di Bandung

Langsung loncat ke posting awal (tentang pemasangan), lewati update-update.

Sekarang ada app MyIndihome, katanya ini  app bagus jika ada masalah dan memerlukan teknisi. Saat install wah banyak sekali permision yang diminta: lokasi, data kontak, dapat menelepon, mengambil gambar,  mengakses foto, mengirim dan menerima SMS. Sempat curiga jangan-jangan ini app virus.  Account di my.telkom.co.id tidak bisa digunakan 🙁  Verifikasi account dengan mengisikan alamat pendaftaran. Sempat cari-cari menu untuk melihat usage, ternyata ada di “Info Bonus”.  Lalu kita dapat melihat point reward, ini yang tidak ada di my.telkom.co.id. Beberapa fitur masih “dalam pengembangan”. Untuk pemanggilan teknisi belum saya coba dan mudah-mudahan tidak perlu.

Update Maret: dapat telepon dari 147, lucunya yang ditanya adalah telepon. Apakah ada masalah? Saya jawab: “tidak pernah digunakan”.  Sebenarnya masih ada masalah untuk telepon karena tidak dapat menerima telepon dari luar, cuma saya khawatir kalau itu diperbaiki nanti malah internetnya yang bermasalah. Telkom sepertinya belum sadar bahwa kecuali perusahaan, orang-orang sudah semakin jarang menggunakan telepon kabel lagi. Harusnya dia nanya tentang kondisi internetnya (masih bagus sih).

Update Maret: Baca info dari kaskus, sudah ada yang berhasil downgrade dari 3P (internet, telepon, tv) ke 1P (internet saja). Tagihan jadi turun ke 320rb+PPN untuk 10Mbps. Tapi belum semua region bisa. Syaratnya:  harus kontrak langganan 1P selama 2 tahun, jika berhenti di tengah jalan kena penalti 500rb. Lalu kembalikan set top box nya, dan mengisi pernyataan mutasi paket.  Ada juga yang hanya bisa turun ke 2P (internet+TV). Ada yang mewajibkan harus menggunakan kartu kredit, ada juga yang katanya tidak bisa samasekali. Sepertinya masih tergantung wilayah.

20 Feb:  RCTI, Global TV dan MNC menghilang dari UseeTV, ada tulisan “ditutup atas permintaan MNC group”, mulai perang content?

Update Feb 2016:  Tagihan naik dari 381 menjadi 405rb  (naik sekitar 20rb), ditambah PPN jadi 440 rb.  Sayangnya tanpa pemberitahuan terlebih dulu. Tapi sekarang ada kemajuan, biaya Indihome sudah ada eksplisit di webnya http://www.indihome.co.id/package  tapi jangan lupa ditambah 50rb untuk sewa STB (memang bisa langganan tanpa sewa itu?). Kualitas masih bagus, sangat jarang down, kecepatan juga stabil paling kadang-kadang disconnect. Update Mar 2016: Tagihan naik sedikit, total dengan PPN menjadi 450rb.

Update 4 Feb 2016: Channel seperti HBO, Fox Movie Premium menghilang, berarti memang promo semua channel berlaku sampai dengan Februari. Jika mau saluran ini, perlu beli lagi terpisah (http://www.indihome.co.id/interactive-tv)   Sedangkan HBO on Demand masih ada.   Jadi apakah sepadan mengeluarkan tambahan 75rb hanya untuk dapat channel Fox Movie Premium?  tentu tidak hehe. Apalagi kalau mau HBO harus tambah lagi 70rb.  Jauh lebih baik Netflix, dengan 140 rb puas dengan berbagai film (catatan pengalaman saya menggunakan netflix). Ini sebabnya Telkom agresif memblok Netflix.

Update Feb 2016: Indihome mulai Februari 16 memberlakukan FUP (Fair Usage Policy), jadi jika mencapai batasan kuota tertentu maka kecepatan akan diturunkan. Untuk 10Mbps batasannya adalah 300GB/bulan, lebih dari itu kecepatan diturunkan ke 75% kecepatan normal, lewat dari 400GB/bulan turun lagi ke 40%.  Sudah dikonfirmasi pihak TelkomCare:  https://twitter.com/telkomcare/status/693270630251175936   Saya pribadi tidak masalah dengan FUP (memang ada customer yang brutal main download 24 jam), tapi perlu ada sosialisasi terlebih dulu dan ada fasilitas untuk mengecek pemakaian.  Update: sekarang untuk mengecek pemakaian dapat melalui my.telkom.co.id, batas FUP direset setiap tanggal 1.

Update Jan 2016: Indihome memblok layanan Netflix. Dugaan saya karena bersaing dengan TV kabel mereka (UseeTV). Bahaya saat ISP mulai tidak netral dengan content. Sayangnya, alternatif fiber yang lain masih belum tersedia di sekitar rumah.

Update Des 2015: Sudah ada peta lokasi cakupan Indihome: http://fibermap.indihome.co.id/  Memang terlihat terpusat di tengah.

snapshot peta cakupan fiber indihome bandung

Update Des 2015: Untuk jaga-jaga, saya kumpulan informasi tentang alternatif internet Fiber selain Indihome untuk kota Bandung, hasilnya ada empat : FirstMedia, Bizznet, CBN dan MNC.  Sayang cakupannya masih terbatas, harusnya mereka bersatu untuk sharing tiang 🙂

Update 30 Nov 2015: ada update pada UseeTV, memang setelah update agak sulit masuk diawal tapi setelah masuk saya lihat mulai dari splash screen, menu dan film-film (HBO, FOX) resolusinya jadi terlihat lebih bagus. Mungkin sudah HD? Bagus kalau benar, dan TV satelit akan semakin sulit bersaing. Sebagai catatan: sudah dua bulan kami berhenti TransVision, bahkan setelah beberapa kali lapor, disc maupun dekorder belum juga diambil. Sepertinya Transvision cukup terpukul (kalau tidak pasti dia sudah buru-buru mengumpulkan disc+dekorder yang sudah tidak terpakai). Saya pribadi tidak mengerti, Trans beli dari Telkom (Telkomvision –> Transvision) tapi ujungnya Telkom menyerang balik dengan UseeTV?

Update 24 Nov 2015: Bagi penggemar film streaming, Indihome adalah pilihan ideal.  Kami pernah bertiga streaming tiga film Youtube yang berbeda dengan lancar. Bagi yang memiliki TV HD, gunakan device seperti Chromecast (posting saya tentang instalasi chromecast) agar dapat menikmati Youtube, Twitch, Play Movie berkualitas HD di TV. Beli juga kabel HDMI agar bisa menghubungkan laptop dengan TV untuk film yang belum disupport chromecast. Tablet juga jadi bermanfaat untuk menonton (beli tablet yang support Wifi saja, karena lebih murah). TV on demand juga bagus karena jika ketiduran, bisa rewind lagi.  Sayangnya untuk TV 4K masih mahal baik TV-nya dan langganan Indihome 50Mbps (1.4 jt/bulan).  Tapi mungkin akan jadi opsi yang menarik kalau harga TV 4K sudah mulai turun hehe.

Update 17 Nov 2015: Indihome mati. Saat saya pulang kantor sore, saya melihat ada petugas di tiang telepon. Sepertinya ada tetangga yang memasang Indihome. Masuk rumah,  anak saya melaporkan internet mati.  Modem berkedip-kedip merah, internet, TV, telepon mati semua. Segera saya keluar, sayangnya petugas tersebut sudah pergi. Sudah lapor dan dapat nomor tiket pengaduan, kita tunggu saja. Tip: jika ada petugas Indihome di tiang telepon, cek selalu koneksi, sepertinya mereka kerja kurang rapi dan asal selesai sehingga dapat membuat koneksi yang sudah ada terganggu. Lalu foto orang yang naik tiang dan catat namanya.

Update: Petugas datang sehari kemudian (bagus, responsif), dan sesuai dugaan, dia mengkonfirmasi bahwa ada yang memindahkan port saat memasang sambungan baru. Ini disebabkan kerusakan yang membuat hanya 8 port yang berfungsi dari 16 (splitter?). Karena 8 sudah terisi, maka punya sayalah ditukar. Akhirnya oleh petugas yang menangani gangguan, port ditukar kembali hehe (itupun nebak, ternyata mereka tidak punya catatan per tiang ). Berarti orang yang baru pasang kemarin jadi mati internetnya dong? Yup.  Saat saya tanya, nanti gimana kalau petugas yang lain menukar kembali? Jangan-jangan seperti permainan anak-anak yang bolak-balik. Katanya, tim pemasang dan tim gangguan terpisah, jadi dia juga yang akan dipanggil. Katanya dia sudah panggil tim yang akan memperbaiki splitter ini. Semoga saja, karena kalau tidak, setiap ada yang pasang baru jangan-jangan ditukar lagi. Kesimpulan: Di lapangan Telkom masih kacau, tidak ada koordinasi, tidak ada data.

Update: baru beberapa jam diperbaiki petugas gangguang, eh petugas pemasangan (yang buat internet saya mati kemarin) datang dan naik ke tiang telepon! Waduh, seperti lawak saja (tapi tidak lucu). Sepertinya pelanggan yang baru pasang itu mengontak petugas pemasang (bukan 147 atau gangguan).  Langsung saya datangi petugasnya “jangan ditukar lagi pak portnya!”. Internet sempat mati lagi, tapi tidak kedip-kedip merah modemnya dan tidak lama hidup kembali. Entah port siapa yang dia tukar. Wah gawat kalau setiap hari harus pantengin tiang telp.  Apa saya harus beri tulisan di tiangnya? Update: dua hari berikutnya, saya lihat baik tim yang memasang maupun yang memperbaiki bersama-sama naik tiang lagi, sepertinya ada kerusakan yang cukup besar di STO(?). Mudah-mudahan mulai sekarang tidak ada masalah koordinasi lagi.

Update Nov 2015: Sudah dapat tagihan elektronik, sekarang bisa tahu rinciannya. Kaget saat melihat rincian tagihan Indihome, kok ada abonemen 86rb walaupun ada restitusi 41rb (saya tidak pernah diberitahu ada abonemen). Lalu ada tagihan lokal 2000 dan SLJJ 6000, ini juga aneh, bukannya 1000 menit gratis? atau restitusi 41rb tersebut yang seharga 1000 menit gratis?  Totalnya untuk telepon saya harus membayar 50rb. Update: Setelah kontak support twitter Telkom, jawaban untuk abonemen: “Untuk tagihan tersebut sudah termasuk 1 tagihan Indihome Pak.” dan saat ditanya tentang restitusi 41rb itu untuk apa, jawabannya “Utk tagihan tsb Kami cek sudah sesuai ya Pak di data Kami” <gubrak>.  Jadi ternyata ada biaya tersembunyi dari Indihome yang detilnya pihak support Telkom sendiri tidak tahu untuk apa.  Update: setelah saya lihat lagi, ternyata memang harga telepon 50rb dan internet 330, jadi totalnya 380rb sebelum pajak 10% dan materai.  Jadi tidak tersembunyi, cuma detil telepon yang 50rb itu yang masih tidak jelas darimana, walaupun kalau ditotal cocok dengan harga yang ditawarkan.

Update Ok 2015:  saat awal bingung tagihan Indihome ini akan muncul lewat apa dan kapan jatuh temponya. Akhirnya saya langsung bayar saja dengan internet banking BNI. Selanjutnya setelah saya cari, ternyata bisa melihat tagihan dan set ebilling agar dikirim via email melalui my.telkom.co.id  (btw website ini bukan untuk daftar pelanggan baru Indihome lho, tapi bagi yang sudah jadi pelanggan). Kata pihak support, jatuh tempo selalu tanggal 20 (tidak bisa diset?). Proses pendaftaran cepat, cuma hati-hati passwordnya ternyata tidak diencrypt, jadi gunakan password yang berbeda dengan password yang kita gunakan untuk layanan lain (email, FB dst). Selanjutnya login menggunakan username. Saya sempat ketipu, saya pikir telkom id itu adalah nomor internet, ternyata username yang kita daftarkan dulu. Keanehan lain, tagihan di BNI lebih tinggi sekitar 20rb dibandingkan yang dikeluarkan my.telkom.co.id, bukan pajak dan biaya administrasi. Coba kita lihat beberapa bulan ke depan.

Update 16 Ok 2015: ternyata telepon kabel bisa ditelepon oleh sesama telepon kabel. Kalau ditelepon via handphone masih keluar pesan nomor tidak dikenali, bahkan kalau ditelepon via Telkomsel juga sama.  Menurut saya ini masalah pendaftaran nomor saja di database, tidak perlu petugas datang.

Update 12 Oktober 2015:

Akhirnya membeli alat telepon kabel. Walaupun dalam paket Indihome ada telepon kabel (dengan bonus 1000menit gratis ke menelepon ke telp kabel lainnya), tapi tidak termasuk alatnya 🙁   Beli yang paling murah di Tokopedia 85rb. Saat ditest menelepon, suara sangat jernih. Tetapi kemudian saat mencoba telepon masuk… “nomor yang anda tuju tidak dapat dihubungi, periksa lagi nomornya” waduh. Saat saya kontak pihak support via Twitter, dia mengatakan akan ada petugas yang datang, saya bilang mending nanti saja, karena fungsi telepon masuk bagi saya tidak penting, saya khawatir kalau diperbaiki jangan-jangan malah internetnya yang mati. Biarkan sajalah.

Tip: sebelum pasang indihome, siapkan alat telepon kabel sehingga bisa ditest petugas langsung.

end update-


 


Setelah dihitung-hitung pengeluaran kami sekeluarga untuk internet lumayan besar per bulan, apalagi anak saya mulai senang main game online dan menonton Youtube. Setelah melihat iklan, kami putuskan untuk mendaftar Indihome Triple Play, sekalian juga untuk menghemat dengan pindah dari TV satelit ke TV kabel. Pendaftarannya sampai dua kali dan hampir ditipu untuk yang pertama hehe. Berikut ceritanya.

Kami mendaftar di website indihome.co.id (menggunakan nama istri) sekitar 5 bulan yang lalu.  Tahapannya agak membingungkan karena paket tidak langsung terlihat. Istri kemudian ditelepon oleh pihak Indihome untuk konfirmasi, dia agak bingung untuk menentukan secara tepat lokasi kami dimana. Kami diminta menyiapkan 150rb untuk biaya pasang yang nanti dibayarkan ke teknisi.  Kemudian datang SMS dari pihak teknisi. Dari SMS sudah aneh karena si teknisi ini hanya memanggil nama (tidak menggunakan bpk/ibu) dengan gaya tulisan yang tidak resmi. Saat bertemu ternyata memang iya tidak pro hehe. Berjaket kulit, tidak berseragam, merokok sampai ke dalam rumah. Langsung minta 700 ribu. Tidak bisa menjelaskan saat ditanya rinciannya (rumah kami hanya berjarak sekitar 10m dari tiang, jadi tidak masuk akal untuk biaya kabel).  Karena khawatir, kami tidak mau meneruskan, karena nanti kalau ada masalah koneksi bakal repot kalau awalnya sudah seperti ini.  Lewat sebulan teknisi itu SMS, apakah mau pasang, kami tetap tidak menanggapi.

Minggu kemarin, akhirnya saya mencoba mendaftar via Twitter @telkompromo  karena biasanya support Twitter perusahaan telko lebih bagus daripada media lain. Saya daftar, dan yang agak aneh dia menanyakan lokasi kantor pemerintahan/sekolah yang terdekat (mungkin untuk mengecek ketersediaan FO), akhirnya saya kirim koordinat peta rumah saja. Setelah itu dapat rincian harga sbb (ingat beda lokasi mungkin beda harga dan nanti mungkin harganya berubah):

Bapak, lokasinya sudah tersedia paket IndiHome Triple Play Fiber Optic kecepatan 10-100Mbps.

10Mbps Rp 380.000
20Mbps Rp 670.000,
50Mbps Rp 1.420.000,
100Mbps Rp 2.920.000,-

(Belum termasuk PPN). Biaya pemasangan Rp 75.000,- jika ada penambahan tarik kabel akan dikonfirmasikan oleh rekan teknisi Kami saat pemasangan dan dimasukkan ke tagihan bulan pertama (tidak ada pembayaran apapun melalui rekan teknisi Kami)

Nah ini yang bagus, berbeda jauh dengan yang pendaftaran kami pertama yang agak bingung dalam memilih paket dan harus membayar cash ke teknisi. Untuk yang sekarang, pemilihan paket lebih sederhana dan tidak ada transaksi cash ke teknisi. Salut untuk Telkom yang bisa cepat mengubah aturan.

Di hari yang sama saya dapat SMS konfirmasi, mungkin dari supervisornya teknisi?  Tiga hari kemudian teknisi menelepon dan datang,  teknisi yang ini berbeda dengan yang sebelumnya dan berseragam.  Pemasangan sangat cepat, pertama ada dua teknisi yang memasang kabel ke tiang yang terdekat. Satu tiang katanya bisa sampai menampung 16 slot, saya lihat sekilas sepertinya tiang dekat rumah saya sudah terisi separuh. Kabel kemudian dihubungkan ke modem (optical network terminal). Modem ini juga berfungsi sebagai access point untuk koneksi via wifi,  koneksi ke telepon rumah, LAN dan, dekoder TV (IP set top box).

petugas_indihome_tiang_kecilmodem_indihome_kecildekorder_tv_kecil

Keterangan gambar: petugas memasang kabel ke tiang, modem dan dekoder TV (modem belum terhubung jadi keluar kedip-kedip merah)

Setelah itu datang petugas ketiga, petugas ini menyiapkan dekoder TV dan mengaktifkan internet, termasuk menyiapkan access point. Ternyata alat telepon tidak diberi, jadi belum bisa mencoba (gratis 1000menit ke sesama telp rumah).  Setelah internet dipasang dicoba kecepatannya dan mencapai 10Mbps down dan 2Mbps up.

Untuk TV kabel, karena masih promo hampir semua saluran ada. Tapi setelah promo berakahir saluran seperti HBO dan Fox Movie Premium harus dibeli terpisah (60rb untuk group HBO dan 40rb untuk Fox Movie Premium). Itu termasuk saluran HD.

Yang menarik adalah fasilitas TV On Demand (TVOD) dan Video On Demand (VOD).  Jadi  untuk TVOD, kita bisa melihat acara sampai 7 hari mundur, sehingga enak kalau kita kelewat suatu acara, tinggal putar ulang. Kalau ketiduran juga dapat di rewind.  Lalu pada VOD (termasuk HBO On Demand), kita bisa memilih diantara sekitar 30 film untuk ditonton. Sayang memang pilihannya masih sangat sedikit, tapi ini sudah menuju arah yang benar, mudah-mudahan seperti layanan seperti Netflix akan tersedia nanti hehe.

Sekarang Indihome sudah digunakan sekitar 2 hari dan sangat lancar. Ping kecil (cocok untuk main online anak saya) dan kecepatan stabil di 10Mbps. Nonton Youtube lancar, cuma anehnya untuk nontoh Periscope sering gagal. Periscope baru lancar setelah menggunakan Opera Max.  Kita lihat beberapa bulan kedepan, mudah-mudahan tetap lancar.

56 comments on “Pengalaman Memasang IndiHome di Bandung

  1. Gan gw jg ngalami beberapa hal yang sama di atas wkwwk terutama pas daftar telkom ID. Gw jg dapet router yg sama seperti foto di atas. Rumah gw kan panjang. Gw coba extend pake LAN ke router 2. Aneh sekali gan. G bisa, gw udah baca bnayak tutor di inet. Tp ya itu IPnya ga keluar kalo udah mancep di router 2. Mungkin agan ngerti?

  2. Kalau untuk tarif tarifnya indihome beapa yg paling murah kk ? ohya. ambil paket yg berapa sebulan ? saya ingin dftar tapi takut ga cukup sama budget bulanan. Thx respon n info nya 🙂

    • Saya ambil yang paling murah paket 10Mbps, sekitar 400rb (ada abonemen telp). Tapi tiap wilayah mungkin beda, daftar aja dulu, nanti dia akan beri rincian harganya.


    • Mau daftar atau mau perbaikan? Kalau saya lewat Twitter. Daftar via @telkompromo dan perbaikan via @telkomcare Lebih baik lewat jalur resmi jangan kontak langsung ke orang. Lagipula sepertinya teknisi lapangan indihome adalah tenaga outsource, setiap wilayah punya tim yang berbeda.

  3. mas,,,
    jadi sekarang sama sekali ga bisa pasang baru telp rumah saja ya,,,tanpa tv kabel dan internet

    saya cuma butuh line tlp saja buat kantor jadi bingung

    ga ada pilihan untuk masyarakat

    • Betul, setahu saya pemasangan baru memang seperti itu. Memang menyebalkan sih, saya sebaliknya tdk butuh telp jadi kena abonemen 86rb.

  4. Wah pengalaman pasang sama nih dengan saya. Kebetulan saya jg baru pasang Indihome. Internet dan UseeTV oke, lancar.

    Nah tapi ini telepon indihome bermasalah. Untuk panggilan keluar lancar jaya. Tapi begitu dipakai untuk menerima panggilan dari nomor hape tidak bisa. Lgsg tulalit atau nomor tidak bisa dihubungi..

    Solusinya gimana ya? Punya mas admin sudah solved atau masi bermasalah telfonnya?

    • Masih bermasalah sampai sekarang. Saya tidak pakai untuk menerima, jadi saya biarkan saja 🙂

  5. saya juga bingung bulan ini kok tiba tiba muncul biaya tagihan tlp, padahal ga ada make tlp sama skali, jadi walopun komplen tetep kena itu biaya telp ya?

    • Kabel yg dari tiang? Atau dari router ke alat telponnya? Kalau dari tiang gratis sampai 100m kalau gak salah. Kalau yg untuk alat telponnya gak dapet

  6. kalo hanya pasang internet nya saja, tanpa telepon dan usee tv bisa gak pak?
    karena saya hanya butuh internetnya.. daripada bayar abonemen 86rb, mending internetnya saja

    • Sayangnya tidak bisa, saya juga sekarang jarang menggunakan TV apalagi telepon. Tapi selama telkom indihome belum punya saingan yang kuat akan seperti ini terus.

      • kalo saingan indihome sih kayanya udah ada kang, yang paling bagus kalo di bandung koneksi cable sih MNC playmedia. ini bukan promo loh kang, tapi kmaren ngajuin yang temen ke mnc, dapet promo 200 ribu untuk 20 mbps perbandingan upload:download = 1:1.
        Terus memang selama saya sendiri pake mnc selama 4 bulan ini, hanya baru 1x saja disconnect untuk maintenance.

        • Di bdg ada MNC, FirstMedia, Indosat Gig, CBN, Biznet. Tapi masalahnya jangkauannya tidak seluas Telkom. Telkom memanfaatkan jaringan tiang yang sudah ada belasan/puluhan tahun.

  7. Mas saya kan pemasangan indihome di rumah tgl 30-01-2016

    1. tagihan keluar nya kapan di bulan februari ini?

    2. kira-kira saya harus bayar berapa ya ? dihitung sampai tanggal berapa gitu proporsional pembayaran pertama?

    3. harga yang ditawarkan 380 rb nett promo sudah PPN dan Dekoder oleh CS Plasa Telkom Pak Dani, tapi sekarang pak Dani tidak respon lagi.

    bisa bantu mas pengalaman dari pengalaman proporsional pembayaran pertama bayar berapa nya?

    • 1. Tgl 20 jatuh tempo, tagihan kalau tidak salah tgl belasan keluarnya.
      2 & 3. Waktu daftar kan disebut berapa harus bayar? tambah biaya pemasangan 75rb. Nah masalah tgl siklus penagihan dan pengaruhnya dengan tgl kita pasang saya tidak tahu.

  8. Saya udh 4 hari internet mati pdhl bru psg 1 hari, udh lapor 147/telkom care/plasa telkom, cm dsuruh nunggu, ada tips ga min biar tehnisi cpt dtg?

  9. Saya membangun rumah di cipamokolan bandung yg memberikan kelengkapan indihome sbg slah satu fiture nya, karena pihak indihome meyakinkan kami bhw indihome bisa segera terpasang stlh unit rumah siap diinstall kan.

    Ternyata pihak indihome saat ini sulit memenuhi permintaan pemasangan ke unit rumah yg berakibat pada timbulnya protesnya konsumen kami akibat indihome blm terpasang. Bgm solusinya?

    • Disekitar rumah ada tiang telepon? ada tiang telepon yang punya kotak hitam? Kalau ada tiang telepon setidaknya bisa pasang indihome yg tembaga, kalau sudah ada kotak hitam lebih bagus artinya sudah bisa pasang fiber.

      • indihome katanya termasuk tv tuner,tgl 29 des 2015 ,saya dihubungi pihak indihome karena kana dipasang ehh ternyata terlupakan.tgl 9 jan 2016,buat laporan diterima oleh bpk evan,dengan no in 1667299,tapi ya sama saja sampai tgl 24 jan tidak ada kabar berita ,akihirnya lapor lagi diterima oleh ibu eva dengan no 160 109/001674 ,ternyata hasilnya nga berbeda jauh ,sampai tgl 7 feb 2016 juga nga ada berita,jadi lapor ulang yang terima ibu vira ,katanya akan ditindak lanjuti,akhirnya tanggal 18 feb 2016 lapor lagi karena nga ada tindak lanjutnya dan diterima oleh ibu Sari dan akhirnya dapat juga berita dari sms 147 use tv anda sedang mengalami gangguan,padahal menurut bu Sari peralatannya belum ada,napa nawarin dari desember 2015 kalau barangnya belum ada ? salam indihome

        • Masalah telkom: semuanya di-outsource, ini buat SDM-nya lemah. Koordinasi juga sering kacau antar bagian. Kalau bukan BUMN saja mungkin sudah tewas dari lama.

          • Trims pak jawabannya,tgl 28 feb saya ditelpon telkom saya kira tv tunernya mau direalisasikan,eh ternyata cuma mau promosi dan tanya kepuasan berlangganan telkom,jadi saya ingatkan lagi laporan pengaduan yg tidak ada realisasinya,akhirnya operator bilang kalau seminggu belum ada realisasinya. Ya lapooorr. Lagggii sajaaa, saluuut unttuk telkommm

          • Trims pak,sayang sekali ya kurang pengawasan, tapi lucunya tgl 28 feb saya ditelpon telkom, kirain mau direalisasikan eh nga tahunya mau promosi dan basa basi tanya kepuasan berlangganan,jadi saya jelaskan lagi semuanya,koordinasinya parah banget

          • Di lapangan saja ada 4 tim yg terpisah: pemasangan, pemeliharaan, upgrade, perbaikan. Belum lagi kalau dhitung yg nonlapangan seperti marketing sampai ke pembuat kebijakan.

  10. Saya d rmh udh pasang indohome… ada 2 laptop dan 2 PC… tp masalahnya dr laptop ga bs konek ke pc(server)… klo antar PC udh bisa… ada solusinya cara setting biar 2 laptop & 2 PC saling terkoneksi

  11. Selamat Pagi,

    Kantor kami telah berlangganan IndiHome sejak pertengahan Agustus 2015 hingga kini. Kami ingin menanyakan cara pasang telepon kantor tsb dimana nomor teleponnya sudah ada, splitter juga sudah ada,

    Boleh diinformasikan tahap” yang harus dilakukan apa saja ?? mengingat kabel”nya kalau dilihat banyak sekali, cara menghubungkan satu sama lainnya gimana ya ?

    Mohon bantuannya. Terima kasih.

    Regards,
    – nova –

    • Maksudnya membuat multi line telepon? Maaf saya juga tidak tahu. Telepon Indihome basisnya VOIP, jadi beda dengan telepon analog dulu.

  12. Terimakasih banyak pak. Informasinya sangat lengkap. Di daerah saya baru saja dilalui fiber indiehome ini dan per hari kemarin sudah terpasang. Video on demand memang salah satu fitur menarik. Tapi ini gratis kan pak? Kali aja setiap nonton ada biaya tambahan :))

  13. Kang mau tanya kalo di bandung ada pake internet lain ga selain indihome? Kalo bisa yang unlimited

  14. bang nanya dong biaya yang abang keluarkan dari daftar sampai biaya tagihan bulan pertama.. buat prepare saya bang .. trims

    • Pemasangan 150rb saja kok, lalu tagihan bulan pertama dilihat dari patokan tgl 20, jadi misalnya kalau pasang akhir bulan, bayarnya lebih sedikit.

  15. INDIHOME !?BAGUS!?

    Saya adalah salah satu pemakai provider Indihome di Bandung.
    Saat pemakaian di bulan ke-1 s/d ke-3(OK)!!Tapi saat pemakaian bulan selanjutnya internet mulai tidak stabil,awalnya saya pikir mungkin access point sinyal wi-fi saya yang kurang memadai.tapi setelah saya ganti ke access point yang top punya.Ternyata masih saya seperti sebelum-sebelumnya.Akhirnya saya menghubungi pihak Indihome,setelah menghubungi pihak Indihome meminta 3×24 jam agar saya dapat menunggu kedatangan teknisi.Alhasil selama hampir 1 bulan saya tunggu tidak ada 1 teknisi pun yang datang ke rumah.jadi menurut ane kalau mau pakai Indihome pikir-pikir lagi gan.pelayanan dan kecepatan tidak sesuai dengan yang di harapkan 😀

    • Sepertinya tergantung lokasi. Saya sudah hampir setahun dan uptime-nya sangat bagus. Apa mungkin karena dekat dengan Risti Telkom Gerlong? Saat bermasalah (satu kali) teknisi datang dalam 24 jam. Cuma sampai sekarang telepon masih hanya bisa keluar hehe, tapi biarin aja.

  16. saya kena abonemen 261.500,- ….. enak sekali telkom sembarangan naikkan abonemen …. itu telepon rumah baru tanpa indihome sudah segitu abonemen perbulannya

  17. psang speedy yang tembaga cuma internet saja, 147 mengatakan bisa, ada juga yang tidak bisa ?

    apakah bagaimana kenyataan nya, sedangkan di kampung saya support tembaga belum FO,
    al hasil daftar via 147 belum rilis sampai sekarang,.
    karena pakai tembaga 3mb biaya/bulan lebih murah dibawah 300.
    mohon solusi..

  18. Pak sy Mau Tanya, APA klo streaming yutub itu masuk dalam kuota? Atau klo donlot aja baru masuk kuota?

    Lalu utk langganan useeTV plus WiFi, biaya basicnya 368rb apa uda trmasuk dekoder n abonemen? Klo tambah dekoder 1 lg brp yabiayanya?

    Trims atas infonya..

    • Setahu saya, selama dia mengakses jaringan lokal artinya tdk menggunakan kuota. Jadi kalau anda akses video Youtube yang umum dan populer mungkin tidak (karena videonya sudah di-copy dilokal Indonesia), tapi kalau videonya belum ada di lokal bakal kena. Tapi saya tdk yakin 100% ya, jadi lebih baik rajin2 cek kuota.

      Kalau tdk salah total tembus 400 rb deh, coba cek posting saya karena ada pajak dan biaya2 lain (sewa dekorder setahu saya terpisah).

      Tambah dekorder? maaf saya tdk tahu aturannya bagaimana.

    • Sepengetahuan saya akses apapun itu baik dari server lokal maupun luar tetap bisa digolongkan sebagai penggunaan kuota, jadi pasti akan tetap mengurangi kuota yang ada.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.