Perbandingan Nexus 5 dengan Android One (Nexian Journey One)

Update Des 2015: Nexus 5 mengalami masalah, tidak bisa dinyalakan. Kalau dinyalakan sambil dicharge, yang keluar hanya logo Google, lalu mati, logo Google lagi dan seterusnya loop. Setelah saya cari-cari di internet, ternyata penyebabnya adalah tombol on-off tersangkut (ternyata banyak terjadi di Nexus 5).  Solusinya bisa dengan mengetuk-ngetuk layar di bagian kanan atas, tapi tidak lama bermasalah lagi. Solusi yang lebih ideal dengan menganjal tombol dengan kertas tipis. Saya coba bongkar, tapi terbentur dengan tidak bisa membuka baut yang ada di dalam hehe. Saya ketuk-ketuk saja HP yang setengah terbuka, ternyata berhasil. Kadang masih timbul penyakitnya (mati sendiri), tapi sudah jarang. Kesimpulannya: HP lebih mahal tidak menjamin kualitasnya lebih bagus juga.

Update 8 Oktober 2015: Android One adalah device saya yang pertamakali mendapat update ke Android M. Setelah instalasi ada pilihan untuk menggunakan SD card sebagai memori internal (memang sebelumnya belum?) Bagusnya ini membebaskan 1.25GB memori untuk foto. Selanjutnya kita bisa menset agar app menggunakan SD card. App seperti Mix Radio, Line, Kindle dapat dipindahkan. Walaupun app milik Google seperti Play Book tidak bisa.

Update 30 September 2015:  Infinix Hot2 masuk ke jajaran Android One. Dari spesifikasinya, dibandingkan Android One versi sebelumnya (Nexian, Evercrss dan Mito) maka yang ini punya layar lebih besar dan lebih baik resolusinya, memori lebih besar, penyimpanan lebih besar, resolusi kamera lebih tinggi. Harga 1.3 jt di Lazada.

Update 22 Agustus: setelah beberapa bulan menggunakan Android One dan menginstal banyak app, saya terkesan dengan kinerjanya yang tetap optimal (tidak tersendat-sendat).  Cuma memang kameranya benar-benar tidak bisa digunakan karena kualitasnya rendah. Waktu charging-nya juga jauh lebih lama dari Nexus.–end update

Begitu baca judulnya mungkin ada yang langsung protes “woy, itu beda kelas!” 🙂 Saya sudah menggunakan Nexus dari Galaxy Nexus, Nexus 4 dan Nexus 5. Sebagai user yang jarang main game, hanya menggunakan beberapa app seperti Instagram, Twitter, News Stand, Play Book, ternyata Android One sangat cocok dengan saya.

Alasan saya memilih produk Google (Nexus & Android One) hanya satu: tidak ada bloatware (app yang ditambahkan oleh pabrik smartphone) dan OS Android versi baru diupdate cepat via OTA. Ya saya tahu kita bisa rooting dan ganti OS sendiri, tapi dengan OTA proses update simple dan data tidak hilang, dan itu yang penting bagi saya.

Ada tiga produsen Android One yang walaupun merknya beda tapi barangnya sama persis: Mito (Mito Impact), Evercross (Evercross One X) dan Nexian (Nexian Journey One).  Spesifikasi ketiganya sama persis, jadi tidak perlu repot-repot: pilih saja yang paling murah! Saya  cari di Dukomsel dan BEC, yang ada hanya Mito dan Evercross dan harganya mahal: 1.5 jt. Nexian yang paling murah (1jt)  tapi harus beli online di Lazada. Ditambah discount ultah Lazada, Nexian Journey One bisa dibeli 900 rb 🙂  Bagusnya dua hari barang sampai.

Kita bahas kelebihannya dulu dibandingkan Nexus 5:

  1. Stock Android 5.1 dengan harga paling murah. Setelah merusak Nexus 4 karena jatuh dan Nexus 5 karena kemasukan air, saya mulai berpikir tentang harga HP yang terlalu mahal dan tidak sepadan dengan resikonya.
  2. Kinerja bagus, semua halus dan cepat, saya tidak bisa membedakan dengan Nexus 5.  Mungkin baru di game dan app berat akan terasa bedanya. Build quality juga bagus.
  3. Kecil dan ringan, enak dibawa di kasur. Saat menggunakan nexus 5, HP sulit diletakan di saku baju karena menonjol ke luar dan pegel kalau digunakan sambil tiduran.
  4. Radio FM dan dual sim card. Saya menggunakan Indosat (nomor saya sejak 15 thn yang lalu), tapi sialnya kualitas sinyal internet Indosat sering lebih buruk dibandingkan Tsel.  Jadi untuk internet saya menggunakan Tsel, untuk SMS dan telp menggunakan Indosat.
  5. Simple, sederhana. Saya suka hal-hal yang sederhana. Saya belum membutuhkan fitur seperti wireless charging, NFC dsb.

Nah sekarang  kelemahannya (ingat harga ya hehe):

  1. Kamera jelek. Ada nuansa pink di tengah dan butuh waktu lama sebelum mengambil gambar. Dibandingkan Nexus 5 yang menggunakan image stabilizer kalah jauuh. Saya bukan maniak foto, tapi saya juga pengguna Instagram yang kadang mengupload foto, jadi ya agak sedih juga.
  2. Batere boros dan butuh waktu lama untuk diisi penuh. Walaupun menggunakan charger 2A, tetap saja lama.
  3. Resolusi  terasa rendah untuk membaca buku (Play Book).
  4. Tidak mendukung 4G, sebelum membeli HP ini saya belum mengupgrade sim ke 4G. Sekarang jadi hal yang penting 🙁

Kesimpulannya,  HP Android One (yang harganya 1jt),  sudah sangat sepadan dengan harganya. Kualitas diatas ekpektasi.

2 comments on “Perbandingan Nexus 5 dengan Android One (Nexian Journey One)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.